1800-222-223-22 Contact@CharityhubWP.org

Berita

Temu CIPG-Maupe dalam Rangka Pemantapan Proposal dan Rencana Kerja Program Voice (Part 1)

Program Voice bertajuk Kekerasan Terhadap Perempuan di Kabupaten Maros telah mencapai tahap perbaikan proposal khususnya pemantapan Metodologi Kerja dan Jadwal Kerja, proposal ini sendiripun telah mengalami beberapa perbaikan sesuai arahan dari pihak akademisi, sehingga judul yang semula Kekerasan terhadap Perempuan di Kabupaten Maros berubah menjadi Identifikasi Perilaku Kekerasan terhadap Perempuan di Kabupaten Maros menuju Kebijakan Perlindungan Perempuan dari Kekerasan di Kabupaten Maros, dengan latar belakang data yang disertai dengan tabel dan diagram.

Pemantapan proposal diadakan secara berantai di dua tempat yaitu Kantor Yayasan Maupe dan kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Maros, selama 2 hari berturut-turut.

Hari pertama, yaitu Senin, 22 Januari 2018, pemantapan proposal diadakan tim peneliti Maupe (Hera, Meilany, Rugaiya, Yunita, Rosmayanti dan Idawani)  bersama Direktur Maupe Hj. Agusnawati, dengan pendampingan Ferzya Farhan, pihak CIPG, yang ditunjuk untuk mendampingi program Voice di Sulawesi Selatan, menyatukan pikiran dalam memantapkan isi proposal.

Pertemuan diawali dengan perkenalan dari Hj. Una, dilanjutkan dengan presentasi proposal oleh tim peneliti diwakili Hera, lalu mendengarkan arahan dari Ferzya, setelah itu diskusi tentang Kekerasan terhadap Perempuan di Maros, dan pemantapan Metodologi Penelitian yang disepakati menggunakan Random Sampling dengan mengambil sampel dari populasi perempuan di 2 desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Maros, dengan kisaran usia 15-29 tahun. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang ditujukan pada korban menyangkut jenis kekerasan, penyebab terjadinya kekerasan, pelaku, keadaan korban, reaksi korban, reaksi pelaku, reaksi keluarga, masyarakat dan pemerintah serta pengetahuan korban terhadap kekerasan. Dari hasil pengisian kuesioner dilanjutkan dengan proses wawancara terhadap korban dan pelaku,  diskusi berlangsung alot berhubung pertanyaan yang akan diajukan lumayan sensitif karena mulai memasuki ranah pribadi, namun akhirnya dapat diselesaikan, adapun pertanyaan yang akan diajukan pada stakeholder akan dirumuskan pada esok harinya, 23 Januari 2018, (baca : Temu CIPG-Maupe dalam Rangka Pemantapan Proposal dan Rencana Kerja Program Voice  (Part 2)).

Pertemuan diwarnai dengan diskusi ringan dan kisah kelam kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Maros, meski lelah menggayut, namun semangat tim Maupe-CIPG tetap teguh hingga hari berakhir, terima kasih Ummi Aji untuk masakannya saat makan siang dan ibu Metha Gemala (pengelola SPPM) sajiannya di Gerai Mie Pednya saat makan malam.

Mendengarkan penjelasan singkat dari Hj. Una (Direktur Maupe)

Mendengarkan penjelasan singkat dari Hj. Una (Direktur Maupe)

 

IMG_1434

Peserta menyimak penjelasan Hj. Una

Peserta menyimak penjelasan Hj. Una

 

Presentasi Proposal dari Perwakilan tim peneliti Maupe

Presentasi Proposal dari Perwakilan tim peneliti Maupe

 

Ferzya Farhan, pendampin riset dari CIPG

Ferzya Farhan, pendamping riset dari CIPG

 

Diskusi yang mulai menghangat

Diskusi yang mulai menghangat

 

Makan siang dengan sajian khas Maros, Pallu Kacci, sayur santan dan teman-temannya

Makan siang dengan sajian khas Maros, Pallu Kacci, sayur santan dan teman-temannya

 

Perumusan Metodologi Penelitian

Perumusan Metodologi Penelitian

 

Panduan Metodologi Penelitian oleh Ibu Ferzya

Panduan Metodologi Penelitian oleh Ibu Ferzya

 

Hj. Una (Direktur Maupe)

Hj. Una (Direktur Maupe)

 

Semangat, meski mulai lelah

Semangat, meski mulai lelah Nita, Uga dan    Meilany

 

Jelang Penutupan pertemuan Part 1

Jelang Penutupan pertemuan Part 1

Mie Ped yang yummi...

Mie Ped yang yummi…(gerai mi Metha Gemala Bumi Permata Sudiang)

 

 

 

 

 

Leave a Reply